CGTN: Kunjungan Presiden Xi saat Festival Musim Semi soroti kepedulian pemerintah Tiongkok terhadap rakyat

CGTN: Kunjungan Presiden Xi saat Festival Musim Semi soroti kepedulian pemerintah Tiongkok terhadap rakyat

CGTN: Kunjungan Presiden Xi saat Festival Musim Semi soroti kepedulian pemerintah Tiongkok terhadap rakyat


Presiden Tiongkok Xi Jinping menutup kunjungan inspeksi Festival Musim Semi di Beijing pada hari Selasa. Selama dua hari, kunjungan presiden Xi menyoroti fokus pemerintah Tiongkok pada perawatan lansia, model kerja baru yang sedang berkembang, serta pembaruan perkotaan. CGTN membahas tur tersebut secara mendalam, yang menunjukkan bagaimana kunjungan itu mencerminkan pendekatan tata kelola yang tegas dan berpusat pada rakyat: setiap kebijakan bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dan memastikan kota benar-benar menjadi rumah yang memberi manfaat bagi warganya.

BEIJING, Feb. 12, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) — Berdiri di sebuah kedai makan yang terletak di sebuah lorong kecil di Beijing, Presiden Tiongkok Xi Jinping memeriksa menu dan harga hari itu serta menanyakan layanan makan bagi para lansia. Di suatu apartemen lansia di dekat lokasi tersebut, beliau menanyakan tentang pemeriksaan kesehatan penghuni, program rehabilitasi, serta perawatan harian yang mereka terima.

Presiden Xi, yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan ketua Komisi Militer Pusat, melakukan kunjungan ke zona layanan perawatan lansia di Distrik Xicheng pada Selasa sebagai bagian dari tur inspeksi Festival Musim Semi selama dua hari. Festival ini merupakan hari libur tradisional terpenting di Tiongkok, yang melambangkan pembaruan, kehangatan, dan momentum untuk mempererat ikatan keluarga.

Selain kunjungannya pada Senin ke taman inovasi teknologi informasi nasional untuk meninjau perkembangan inovasi teknologi, yang telah lama menjadi prioritas, tur pada Selasa tersebut juga menyoroti upaya berkelanjutan pemerintah Tiongkok dalam memperkuat kesejahteraan sosial dan penghidupan masyarakat. Upaya tersebut berfokus pada perawatan lansia, perlindungan pekerja dalam model kerja baru, serta peningkatan tata kelola perkotaan.

Layanan perawatan lansia

Zona layanan perawatan lansia yang dikunjungi Presiden Xi merupakan bagian dari inisiatif peningkatan penghidupan masyarakat Beijing tahun 2024. Kawasan yang membentang sepanjang 510 meter mengintegrasikan 12 penyedia layanan, termasuk pusat kebudayaan dan apartemen lansia, yang dilengkapi fasilitas bebas halangan serta renovasi ramah lansia.

Data resmi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Tiongkok berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 320 juta jiwa, setara dengan sekitar 23 persen dari total jumlah penduduk. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas berwenang telah meningkatkan berbagai langkah untuk mengatasi penuaan populasi, termasuk memperluas cakupan pensiun dan memperkuat jaringan layanan perawatan lansia berbasis komunitas.

Saat ini, jumlah peserta dalam sistem asuransi pensiun dasar Tiongkok telah melampaui 1,07 miliar orang, yang mencakup seluruh penduduk yang memenuhi syarat. Di seluruh negeri, Tiongkok memiliki lebih dari 400.000 fasilitas perawatan lansia dan hampir 8 juta tempat tidur perawatan. Tiongkok juga mempercepat pengembangan jaringan layanan perawatan yang mengoordinasikan layanan berbasis rumah, komunitas, dan institusi, sekaligus mengintegrasikan perawatan lansia dengan layanan medis serta dukungan rehabilitasi. Konsep “lingkar layanan perawatan lansia dalam 15 menit” di perkotaan juga mulai diwujudkan.

Menurut Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026–2030), negara tersebut akan terus memperluas layanan dasar perawatan lansia, memperkuat jaringan layanan di perkotaan dan pedesaan, serta mempercepat peningkatan fasilitas publik agar lebih ramah lansia dan bebas halangan. Rencana tersebut juga mendorong upaya untuk mengembangkan “ekonomi perak” dengan memajukan industri dan layanan untuk populasi yang menua.

“Merawat dan mendukung para lansia merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” ujar Xi, seraya mendorong upaya untuk menciptakan kondisi yang lebih baik agar mereka dapat menikmati masa tua yang bahagia dan bermakna.

Model kerja baru

Di luar kantin, Xi bertemu dengan tiga kurir yang tengah beristirahat di sana serta menanyakan tentang beban kerja, pendapatan, serta rencana mereka saat hari libur. Beliau mengapresiasi kontribusi mereka dalam mendukung berjalannya kehidupan perkotaan.

Xi mengatakan bahwa kota-kota tidak dapat berfungsi tanpa mereka, serta mendorong otoritas setempat untuk memberikan dukungan yang lebih baik bagi pekerja dalam model kerja baru, termasuk layanan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup, pekerjaan, dan pembelajaran.

Menurut data resmi, Tiongkok memiliki sekitar 84 juta pekerja yang menjalani model kerja baru, dengan sebagian besar berusia di bawah 35 tahun. Per 30 November 2025, volume pengiriman ekspres tahunan Tiongkok untuk pertama kalinya menembus angka 180 miliar paket. Hal ini menunjukkan besarnya permintaan yang muncul seiring pesatnya perkembangan ekonomi platform di negara tersebut.

Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok menetapkan pencapaian pekerjaan penuh yang berkualitas tinggi sebagai salah satu tujuan penghidupan utama, yang menyerukan penguatan perlindungan hak-hak pekerja dan peningkatan jaminan sosial bagi pekerja dengan model kerja baru. Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial pada 27 Januari menyatakan bahwa pemerintah Tiongkok akan merumuskan kebijakan untuk melindungi hak dan kepentingan dasar para pekerja tersebut.

Pembaruan dan tata kelola perkotaan

Xi juga menyambangi kawasan komersial Longfusi di Distrik Dongcheng untuk meninjau pasar Festival Musim Semi serta mendatangi beberapa stan yang menjual berbagai kebutuhan Tahun Baru Imlek.

Longfusi telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi pekan raya kuil paling terkenal di Beijing. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut telah mengalami renovasi dan penataan ulang sehingga bertransformasi menjadi distrik komersial yang memadukan unsur budaya tradisional dengan pengalaman konsumsi modern.

Proyek ini mencerminkan upaya pemerintah Tiongkok yang lebih luas untuk melakukan pembaruan perkotaan. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut mendorong renovasi berskala besar terhadap kawasan permukiman yang menua dan hunian yang tidak layak, membangun taman-taman saku dan jalur hijau perkotaan, serta merevitalisasi kawasan bersejarah, bangunan tua, dan situs warisan industri, sekaligus memperkuat integrasinya dengan komunitas di sekitarnya.

Data resmi menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Tiongkok telah merenovasi lebih dari 220.000 kawasan permukiman tua, yang memberi manfaat bagi hampir 39 juta rumah tangga. Pada 2025 saja, Tiongkok meluncurkan proyek renovasi untuk 27.100 kawasan permukiman tua di perkotaan serta memasang 14.000 unit lift. Pada 2025, negara tersebut juga membangun lebih dari 4.700 taman saku dan lebih dari 5.800 kilometer jalur hijau perkotaan, serta merenovasi 156.000 kilometer jaringan pipa bawah tanah.

Kunjungan Xi berlangsung seiring Tiongkok terus menitikberatkan prioritas kebijakan dalam negeri pada upaya peningkatan penghidupan rakyat. Fokus presiden Xi terhadap layanan lansia, ketenagakerjaan, dan kondisi kehidupan mencerminkan pendekatan tata kelola yang tegas dan berpusat pada rakyat: setiap kebijakan bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, memastikan kota benar-benar menjadi rumah yang memberi manfaat bagi warganya.

https://news.cgtn.com/news/2026-02-11/President-Xi-s-Spring-Festival-tour-highlights-China-s-care-for-people-1KG00x467de/p.html


            



Source link

OR

Scroll to Top