Kuala Lumpur: “Ramadan di Gaza hari ini bukan lagi tentang juadah berbuka atau cahaya lampu di jalanan, tetapi tentang bagaimana untuk terus hidup esok hari,” kata Muhammad Wael Mohiuddin Al-Zard, 25, yang berasal dari Jabalia di utara Gaza.
© New Straits Times Press (M) Bhd
Source link





