Mengapa E-Commerce Lintas Batas Melambat? Laporan Otto Media Grup Ungkap Isu Kepatuhan di 2025

Mengapa E-Commerce Lintas Batas Melambat? Laporan Otto Media Grup Ungkap Isu Kepatuhan di 2025


JAKARTA, Indonesia, March 09, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) — Pada 2025, e-commerce lintas batas global terus tumbuh dan nilainya mendekati USD 1,24 triliun. Namun, “biaya kepatuhan” yang tidak terlihat mulai membatasi ruang pertumbuhan. Laporan E-Commerce Global 2025 dari Otto Media Grup mencatat tingkat pembatalan pesanan mencapai sekitar 70%, dipicu ketidakpastian pajak, bea cukai, ongkos kirim, serta regulasi kepatuhan. Tantangan utama kini bukan lagi “apakah ada pesanan”, melainkan “apakah pesanan dapat diselesaikan dengan lancar” di tengah perbedaan aturan pajak, kebijakan platform, dan regulasi data di tiap negara.

Otto Media Grup

Pengetatan regulasi terjadi di berbagai kawasan. Di China, nilai ekspor-impor e-commerce lintas batas pada 2024 diperkirakan mencapai USD 3,7 triliun, diiringi pengawasan pajak dan barang yang makin rinci. Di Amerika Serikat, kebijakan bebas pajak untuk barang bernilai rendah diperkirakan berakhir pada 2025, berdampak pada sekitar 70% paket dari China. Sementara di Uni Eropa, tanggung jawab platform atas pemungutan dan pembayaran pajak terus diperkuat pascareformasi pajak digital.

Otto Media juga mencatat kontradiksi struktural di Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa. Banyak merek mengalokasikan anggaran besar untuk iklan dan subsidi demi meningkatkan GMV, tetapi proses pelaporan pajak lintas batas, dokumen bea cukai, dan kepatuhan data lokal masih bergantung pada outsourcing terfragmentasi dan proses manual. Akibatnya, lebih dari setengah merek terpaksa menarik produk atau menghentikan iklan sementara karena masalah kepatuhan, dan lebih dari sepertiga kerugian disebabkan pesanan yang gagal diselesaikan.

Untuk menjawab tantangan ini, Otto Media memperkenalkan modul WorldBridge yang membangun “peta jalur kepatuhan lintas batas”. Modul ini mengintegrasikan sistem pajak, prosedur bea cukai, pemeriksaan platform, konten sensitif, serta persyaratan privasi dan data dalam satu mesin aturan yang dapat disimulasikan, divalidasi, dan dipantau. Proyek yang terhubung dengan WorldBridge menunjukkan siklus masuk pasar yang lebih singkat, tingkat penolakan platform yang lebih rendah, serta prediksi pajak dan biaya pemenuhan yang lebih terkendali.

Laporan menyimpulkan bahwa kompetisi e-commerce lintas batas ke depan tidak lagi ditentukan oleh besarnya belanja iklan atau kurva GMV, melainkan oleh kemampuan membangun rantai pemenuhan yang stabil dan patuh regulasi. Dengan aturan yang makin ketat, merek perlu beralih dari strategi berbasis peluang ke pendekatan berbasis aturan, memastikan kepatuhan dalam setiap keputusan produk, harga, konten, dan iklan. Pertumbuhan berkelanjutan kini bergantung pada pengiriman yang stabil dan kepercayaan jangka panjang.

Foto yang disertakan pada pengumuman ini tersedia di: https://www.globenewswire.com/NewsRoom/AttachmentNg/295cfeb7-7099-4cf0-9080-80d4e3dbcec2


            



Source link

OR

Scroll to Top